Kamis, 20 November 2014

wayang



TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 3
TEMA : ARTIKEL TENTANG KEINDAHAN BUDAYA
WAYANG
Wayang adalah salah satu kesenian yang berasal dari daerah Jawa terutama dibagian Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut Ensikopedia Indonesia, Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali.Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari  Indonesia, sebuah warisan maha karya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Diperkirakan seni pertunjukan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun, kejeniusan local dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukan yang masuk member warna tersendiri pada seni pertunjukan di Indonesia. Sampai saat ini, catatan awal yang bias didapat tentang pertunjukan wayang berasal dari Prasasti Balitung di Abad ke 4 yang berbunyi si Galigi mawayang

Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada, seni pertunjukan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu. Pertunjukan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata. Wayang biasanya berisi tentang cerita rakyat Indonesia seperti Ramayana atau kisah tentang GatotKaca. Wayang juga biasanya diadakan di malam hari dan selesai di pagi hari yaitu sekitar pukul 24.00. orang yang memainkan wayang disebut dalang. Terdapat berbagai jenis wayang seperti wayang golek, wayang kulit dan berbagai macam lainnya. Orang-orang banyak yang sering menonton wayang hingga pagi hari.Biasanya jika anak-anak sedang libur, banyak orangtua yang mengajak serta anak-anaknya untuk menonton salah satu kesenian ini. Pertunjukkan wayang bisa didalam ruangan atau diluar ruangan.

Wayang terbuat dari kulit sapi. Jenis-jenis wayang yang ada di Indonesia ada wayang kulit yang terdiri dari wayang purwayaituwa yang kulit gagrag Yogyakarta dan Banyumasan, wayang madya, wayang gedog, wayang dupara, wayang wahyu, wayang suluh, wayang kancil, wayang calonarang, wayang krucil, wayang ajen, wayangsasak, wayang parwa, wayang arja, wayang gambuh, wayang cupak, dan wayang beber. Ada juga wayang kayu yang terdiri dari wayang golek, wayang menak, wayang klithik, wayang timplong, wayang potehi. Ada juga wayang orang yang terdiri dari wayang gung dan wayang topeng. Ada juga wayang rumput yang terdiri dari wayang suket. Dan ada wayang motekar.


 


Wayang suket merupakan bentuk tiruan dari berbagai figure wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasaJawa:suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita perwayangan pada anak-anak di desa-desa Jawa.
Untuk membuatnya, beberapa helai daun rerumputan di jalin lalu dirangkai (dengan melipat) membentuk figure serupa wayang kulit. Karena bahannya, wayang suket  biasanya tidak bertahan lama. Seni manasal Tegal, Slamet Gundono, dikenal sebagai tokoh yang berusaha mengangkat wayang suket pada tingkat pertunjukan panggung.
Wayang Motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang (shadow puppet theater) atau di dalam kebudayaan Sunda, Jawa, dan Indonesia pada umumnya dikenal dengan sebutan wayang kulit. Wayang Motekar ditemukan dan dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati eksperimen lebih dari delapan tahun (1993 - 2001). Kali pertama dipentaskan di Bandung pada 30 Juni 2001, saat itu diberi nama oleh Arthur S Nalan dengan sebutan “gambar  motekar,” dan pada perkembangan berikutnya Prof. Dr. Yus Rusyana menambahkan sebutan “teater kalangkang” sehingga menjadi “Teater Kalangkang Gambar Motekar.”
Kini, demi mendapatkan nama yang lebih singkat serta langsung terhubung kepada induk keseniannya, maka disebut Wayang Motekar. Pada awalnya adalah pertunjukan Meta Teater (1991-1992) yang antara lain menggunakan alat OHP (Overhead Projector). Setelah pertunjukan tersebut, Herry Dim melakukan uji-coba membuat sejumlah wayang untuk dimainkan di atas OHP.
Jenis-jenis wayang  menurut asal daerah
Beberapa seni budaya wayang selain menggunakan bahasa Jawabahasa Sunda, dan bahasa Bali juga ada yang menggunakan bahasa Melayu local seperti bahasa Betawi, bahasa Palembang, dan bahasa Banjar. Beberapa diantaranya antara lain:Wayang Surakarta, Wayang JawaTimur, Wayang Bali, Wayang Sasak (NTB), Wayang Kulit Banjar (Kalimantan Selatan), Wayang Palembang (Sumatera Selatan), Wayang Betawi (Jakarta), Wayang Cirebon (Jawa Barat), Wayang Madura (sudahpunah), Wayang Siam (KelantanMalaysia).
Seorang dalang tidak harus selalu orangtua saja tetapi bisa juga anak-anak yang menjadi dalangnya, salah satunya adalah Daniel, siswa SMP N 5 Buto, Mangkunegaran Solo.Dia sangat berbakat untuk menjadi generasi muda penerus untuk wayang Indonesia ini. Dia sangat bersungguh-sungguh untuk menjadi seorang dalang yang baik. Hingga kini dia masih sering menjadi seorang dalang di daerah asalnya. Jika semua generasi muda seperti Daniel, maka Indonesia akan sedikit lebih maju perkembangan kebudayaannya. Mari terus kita tingkatkan kemajuan Indonesia dengan cara belajar dengan rajin dan selalu berdoa kepada Allah SWT agar segalaapa yang kita cita-citakan akan tercapai dengan baik. Amin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar